Rasa Mahabbah atau cinta adalah anugrah dari Allah SWT. Fitrahnya manusia diberikan rasa cinta kepada manusia lain, baik kepada orang tua, anak, saudara, suami/istri dan kepada sesama manusia lainnya. Islam mengatur bagaimana mencintai karena Allah dan lebih mencintai Allah mengalahkan cinta kepada manusia.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda “Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah”. (HR. Ath-Thabrani).
Yang dimaksud cinta karena Allah adalah bahwa dalam hal kita mencintai sesama manusia harus berlandaskan syariah Islam dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan Allah. Demikian pula halnya dengan benci karena Allah. Benci kepada sesama manusia harus berlandaskan alasan-alasan yang dapat diterima syariah agama.
Misalnya dalam hal antara laki-laki dan perempuan yang saling mencintai, harus dalam batas-batas peraturan Allah. Artinya tidak melakukan pelanggaran, apalagi sampai melakukan zina. Karena itu sungguh merupakan dosa besar. Karena fitrahnya rasa mahabbah atau saling mencintai adalah anugrah dari Allah, maka haruslah dijaga kesuciannya dari perbuatan-perbuatan kotor yang melanggar aturan agama. Tidak dengan mengumbar syahwat dan hawa nafsu yang akan menjerumuskan kita ke dalam perbuatan dosa. Na’udzu billahi min dzalik..
Kita sebagai umat muslim dalam hal mencintai kepada manusia pun tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Cinta kepada Allah harus tetap di atas segalanya, di atas cinta kita kepada manusia. Dengan kita lebih cinta kepada Allah, maka kita akan lebih mendekatkan diri untuk beribadah dan tawakkal ilallah.
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia”. (HR. Ad-Dailami)
Marilah kita berpegang teguh kepada Al Quran dan Al Hadist dengan segala konsekuensinya sebagai pengamalan cinta kita kepada Allah dan Rosulullah SAW. Sesuai dengan sumpah kita sebagai orang Islam : “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”.
Ingatlah bahwa menetapi Al Quran dan Al Hadist adalah menetapi agama Allah yang haq, menetapi kemurnian, menetapi jalan tunggal menuju surga selamat dari neraka.
Semoga Allah SWT selalu melindungi, membimbing dan memberikan rasa cinta dan kasih sayang yang barokah. Amiin…
Posted by nurtaufiq on 16 February 2010 at 08:41
Assalamualaikum..
Terima kasih di atas perkongsian ini..